Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berhasil melaju ke perempat final Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan Wang Zheng Xing dalam sebuah pertandingan yang dramatis. Pertarungan tersebut menunjukkan ketegangan tinggi dari awal hingga akhir, di mana Alwi berjuang melawan peringkat tinggi lawannya dengan semangat yang tak kenal lelah.
Pertarungan sengit ini dimulai dengan tekanan agresif dari Zheng yang membuat Alwi harus berjuang ekstra keras di lapangan. Meskipun dukungan dari penonton tuan rumah, Alwi tidak dapat menyembunyikan kesulitan yang dialaminya di set pertama.
Set pertama berlangsung dengan penuh tantangan bagi Alwi. Zheng, yang merupakan tunggal putra peringkat ke-28 dunia, mampu mengunci gim pertama dengan skor 21-15, meninggalkan Alwi berusaha untuk bangkit di set-set berikutnya.
Perjuangan Alwi Farhan dalam Gim Kedua yang Ketat
Di gim kedua, Alwi mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas permainannya. Meskipun demikian, Zheng tampaknya telah menemukan ritme yang tepat, menjadikannya sulit untuk dibendung oleh Alwi.
Kekalahan di gim pertama tidak membuat Alwi kehilangan semangat. Dia tetap berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, meski tetap berada di bawah tekanan saat interval gim kedua dengan skor 9-11. Ketegangan meliputi laga saat Alwi berjuang keras untuk menyamakan kedudukan.
Alwi menunjukkan kebangkitan mental yang luar biasa. Ia berhasil menyamakan skor menjadi 15-15 setelah melalui serangkaian permainan yang penuh determinasi dan fokus, menunjukkan kemampuannya untuk bersaing walaupun dalam situasi sulit.
Kemampuan Bertahan dan Membangkitkan Semangat Melawan Zheng
Pertandingan semakin panas, dengan Alwi sempat unggul 20-19 sebelum akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-19. Ini membuktikan keberanian dan kemampuan Alwi untuk pulih dari tekanan والذي menjadi kunci dalam melanjutkan ke gim ketiga.
Gim ketiga diawali dengan Alwi kehilangan tiga poin beruntun. Namun, ia dengan cepat kembali ke jalur permainan, menunjukkan kelas dan skill yang mumpuni dengan menyamakan kedudukan menjadi 3-3.
Menuju interval, Zheng memimpin dengan 11-9, namun Alwi tidak menyerah begitu saja. Ia terus mencoba berbagai taktik serta memanfaatkan setiap kesalahan yang dilakukan Zheng untuk mendapatkan kembali momentum.
Puncak Pertandingan: Ketegangan dan Mentalitas Juara Alwi
Setelah interval, Zheng kembali ganas, sementara Alwi mempertahankan ketenangan dan kepercayaannya. Meskipun sempat tertinggal 12-15, ia menunjukkan ketahanan mental dan strategi untuk terus bersaing.
Kemampuan Alwi untuk membaca permainan lawan semakin terlihat. Momen kritis ketika ia berbalik unggul 19-16 menunjukkan mentalitas juara yang dimilikinya, membuatnya berlari dan mengubah arah permainan.
Poin krusial didapatkan Alwi setelah Zheng jatuh saat mencoba mengembalikan bola. Pengembalian itu dimanfaatkan Alwi untuk menambah poin menjadi 20-16, sebelum akhirnya menuntaskan gim ketiga dengan skor 21-16, melaju ke perempat final dengan kebanggaan.
